Power and Performance Management
Fenomena :
OT merupakan grup
usaha ternama dari brand makanan dan minuman
berkemasan di Indonesia, yang telah memproduksi berbagai macam produk kebutuhan
sehari-hari. Awalnya grup usaha ini hanya menjual minuman herbal yaitu anggur
kolesam yang merupakan minuman kesehatan tradisional dan saat itu bisnisnya
masih dalam skala kecil. Namun saat ini OT telah berkembang semakin besar,
tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang dicetuskan oleh pendiri perusahaan.
Beragam produk mulai dari makanan dan minuman hingga produk perawatan diri,
dibuat dengan bahan dan proses berstandar dan berkualitas tinggi telah lama
menjadi bagian dari kehidupan konsumen Indonesia. Beberapa diantaranya adalah
Tango, Oops, Teh Gelas, Kiranti, dan Formula. Dengan tetap fokus pada kebutuhan
konsumen dan juga terus melakukan inovasi, OT telah meluncurkan produk-produk
unggulan sehingga meraih berbagai penghargaan melalui lembaga survey yang telah
diakui secara nasional maupun internasional. Keberhasilan dan prestasi yang
telah di capai oleh grup usaha ini tidak lepas dari dukungan, kepercayaan,
serta kerja keras berbagai pihak. Saat ini OT menjadi perusahaan yang
berkomitmen tinggi untuk selalu berusaha menyempurnakan produk dan proses kerja
demi memenuhi kebutuhan konsumen.
Teori :
Para pemimpin
menggunakan kekuatan dalam kelompok untuk memperoleh keuntungan organisasi baik
secara politik, ekonomi, dan operasional. Daya sosial (power) dapat membantu pemimpin untuk memahami pekerjaan internal
organisasi seperti menganalisis arus kinerja, mengukur dampak, dan memprediksi
keberhasilan (Gragnolati & Stupak, 2002). Salah satu karakter daya sosial
menurut Fairholm adalah Power is
intentional artinya kekuasaan itu bersifat disengaja karena meliputi
kehendak dan membutuhkan rencana serta hasil yang diharapkan, sehingga
menghasilkan perilaku yang diinginkan kepada siapa kita mengarahkan kekuasaan. Tujuan
performance management adalah proses
dan perilaku yang digunakan manajer untuk mengelola kinerja karyawan mereka
untuk menghasilkan organisasi yang berprestasi tinggi (Standard Charactered Bank).
Analisis :
Keberhasilan Chandra
Djojonegoro sebagai pendiri perusahaan
orangtua (OT) dalam menjalankan bisnis dapat dianalisis dengan beberapa ilmu
bisnis yaitu power dan politics organisasi serta performance management system.
Keberhasilan serta prestasi yang telah dicapai perusahaan OT ternyata tidak sesuai
dengan beberapa nilai yang dimiliki perusahaan tersebut. Salah satu nilainya
yaitu Relationship yakni membangun
hubungan yang sehat, saling menguatkan antar Customers, Employees, Shareholders, dan Society yang berlandaskan pada iman, keterbukaan, empati, saling menghormati dan
percaya untuk memperoleh serta meningkatkan kemakmuran bersama. Dan nilai Integrity yakni jujur, berani berterus
terang dan bertanggung jawab, komitmen diri pada karakter ketimbang pada
keuntungan pribadi, pada orang ketimbang pada benda, pada pelayanan ketimbang
pada kekuasaan, pada prinsip ketimbang pada kesenangan, dan pada pandangan
jangka panjang ketimbang jangka pendek. Ketidaksesuaian antara nilai ini
ditemukan berdasarkan informasi yang terdapat pada Kaskus, dimana banyak individu
yang menceritakan pengalaman dirinya saat bekerja di perusahaan tersebut yang
diperlakukan secara tidak manusiawi dan merasa mendapat tekanan yang tinggi saat
bekerja. Pemimpin pada setiap divisi perusahaan OT mungkin saja menggunakan
daya dalam kelompok kerjanya untuk memperoleh keuntungan secara ekonomi maupun
operasional sehingga bisa menghasilkan berbagai produk unggulan dan juga terus
melakukan inovasi. Salah satunya adalah power
is intentional dimana kekuasaan sengaja digunakan agar setiap karyawan
menampilkan perilaku yang sesuai dengan harapan untuk mencapai tujuan
organisasi, tetapi di sisi lain beberapa karyawan merasa mendapat tekanan yang
tinggi dan memilih untuk resign. Sedangkan performance
management perusahaan OT terbilang cukup baik, OT mempunyai I-CaRe (Intellectual Capital Resources) institute yaitu institusi yang bertugas dan bertanggungjawab untuk melatih dan mengembangkan seluruh jajaran SDM, dimulai dari karyawan baru dengan program orientasi, level staf sampai dengan level manajemen dengan program-program pelatihan dan pengembangannya.
Kesimpulan :
Penggunaan daya di dalam organisasi mungkin
diperlukan oleh beberapa pemimpin maupun manajer dan daya sosial bersifat
positif untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan dan tercapainya tujuan
organisasi. Seseorang bisa saja mempunyai daya tetapi tidak menerapkannya. Daya
sosial mempunyai fungsi bergantung. Semakin besar ketergantungan B atas A, maka
semakin besar penggunaan daya A dalam hubungan dengan yang lain. Sedangkan Performance management sebagai proses
yang sistematis untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan mengembangkan
kinerja individu dan tim.
Sumber :
● Fairholm, G. W.
(2009). Organizational power politics: tactics in organizational leadership. ABC-CLIO.
● Armstrong, M.
(2006). A handbook of human resource
management practice. Kogan Page Publishers
Komentar
Posting Komentar