HRM and Competencies (Perbaikan Jawaban kuis)


Perbaikan Jawaban Kuis
HRM, Competencies, and Business Psychology Framework
Fenomena :
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Oktober 2018 lalu, menyatakan bahwa potensi terbesar tindakan pemungutan liar (pungli) dalam pelayanan birokrasi berada di institusi kepolisian. Pernyataan tersebut didasarkan oleh survei mengenai “Tren Persepsi Publik Tentang Korupsi di Indonesia” yang melibatkan 2.000 responden yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Menunjukan 13 persen responden mengaku pernah berurusan dengan polisi dalam satu tahun terakhir. Dari 13 persen itu, sebanyak 34 persen mengaku pernah dimintai uang di luar biaya resmi.
Selain dibuktikan oleh survei, fenomena terkait pungli oleh oknum polisi memang sudah banyak terjadi. Tindakan pungli oleh oknum polisi biasanya dilakukan saat mereka melakukan razia terhadap pengguna kendaraan atau ketika pemeriksaan kendaraan lalu lintas. Kasus terkait oknum polisi yang tertangkap kamera saat sedang melakukan tindakan pungli pun sudah banyak beredar di berita-berita dan media sosial. Tentunya tindakan pungli ini dapat merusak citra dan kredibilitas kepolisian, dimana seharusnya aparat kepolisian memiliki kewenangan untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan melindungi serta mengayomi masyarakat.  
Teori :
Kompetensi adalah karakteristik dari berbagai pengetahuan, keterampilan, pola pikir yang diharapkan dimiliki oleh karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Kompetensi mencakup seluruh perilaku yang ada pada individu dan digunakan secara maksimal dalam meningkatkan kinerjanya di suatu organisasi guna mencapai tujuan organisasi. Sedangkan Human Resource Management sebagai dasar aktifitas manajemen untuk memfasilitasi performa, produktivitas, dan perubahan lingkungan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan agar tercapainya tujuan organisasi. HRM memiliki tiga strategi utama agar dapat berjalan dengan baik dan fleksibel yaitu, membangun kredibilitas, memahami prinsip dan praktek bisnis, serta menetapkan prioritas yang tepat.
Metodologi :
-          Armstrong, M., & Taylor, S. (2014). Armstrong’s handbook of human resource management practice. Kogan Page Publishers.
-          Gilley, J. W., Quatro, S. A., & Dixon, P. (2009). The Praeger Handbook of Human Resource Management. Praeger.
Analisis :
Berdasarkan fenomena diatas, tindakan pungli oleh oknum polisi dapat dianalisa menggunakan pemahaman terkait pengembangan sumber daya manusia, yang harus diterapkan di polres-polres atau institusi kepolisian tertentu agar anggotanya tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menindaklanjuti atau menghilangkan tindakan pungli polisi adalah berfokus pada pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia itu sendiri. Sebagaimana yang terdapat dalam ruang lingkup HRM seperti rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, penempatan, training, dan development dapat digunakan untuk menganalisa kasus ini. Selain itu, dengan menerapkan pengembangan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi.
HRM berbasis kompetensi merupakan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang menjadikan kompetensi (keterampilan, pengetahuan, dan sikap) sebagai dasar proses-proses pengelolaanya seiring dengan startegi perusahaan. Penerapan kompetensi dalam pengembangan sumber daya manusia akan meningkatkan kinerja kepolisian yang dimana ditentukan oleh kinerja para anggota yang dimiliki. Kinerja para anggota polisi yang tinggi juga di dorong oleh kompetensi yang baik yang dimiliki oleh mereka. Oleh karena itu, agar kinerja organisasinya unggul dan tujuannya tercapai harus dibuat standar kompetensi SDM yang baik yang dijadikan acuan saat proses rekrutmen, seleksi, penilaian kerja, pelatihan, dan pengembangan.
Misalnya saja saat proses rekrutmen, standar kompetensi dijadikan sebagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon anggota polisi untuk bisa diterima. Mereka hanya akan lolos jika memenuhi kompetensi spesifik yang ditunjukkan untuk satu pekerjaan tertentu. Selain itu, dalam proses pengembangan anggota polisi harus berbasis kompetensi, dimana untuk setiap posisi dibuat standar pelatihan dan pengembangan tertentu yang wajib diikuti.
Kesimpulan :
Human Resource Management berfokus pada pengembangan individu agar dapat lebih efektif dan efisien serta diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan, HRM juga memilik tujuan yang terletak pada pengelolaan kinerja karyawan yang diharapkan dapat terus meningkat agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan cara memberikan nilai, motivasi, serta rencana pengembangan. Sehingga pengelolaan SDM yang tepat dapat menjadi penting bagi perusahaan atau organisasi tertentu.
Sumber :
-          Armstrong, M., & Taylor, S. (2014). Armstrong’s handbook of human resource management practice. Kogan Page Publishers.
-          Gilley, J. W., Quatro, S. A., & Dixon, P. (2009). The Praeger Handbook of Human Resource Management. Praeger.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Human Resource Management

Perbaikan Ujian Tengah Semester